Senin, 16 Mei 2011

TEKNIK MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

TEKNIK MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN


MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mandiri Pada Mata Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan

Oleh:
ASEP KHAIDIR ARPAN
NIM. 55 2010 0258

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFIIYAH
JAKARTA
2011



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.
     Segala Puji dan Syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Teknik Membuat Perencanaan Pembelajaran Dengan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan". Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.
     Maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk memenui salah satu tugas mandiri pada mata kuliah Landasan Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Islam As-Syafiiyah Jakarta.
      Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu yang dimiliki, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.
    Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi semua pihak yang memerlukannya, Amiin.
Wassalamualaikum wr.wb.

                                                                                                                                Cianjur, Mei 2011

                                                                                                                                Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I.     Pendahuluan
       1.1 Latar Belakang
       1.2 Tujuan
II.   Kajian Teori
       2.1 Definisi Perencanaan Pembelajaran
       2.2 Teknologi Pendidikan dan Peranannya
III.  Pembahasan
       3.1 Teknik Membuat Perencanaan Pembelajaran
IV. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
      Komputer mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencakup tutor, tutee dan tools dalam implementasi dan aplikasi bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan IPTEK itu sendiri. Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi (Tata Usaha) dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Seiring waktu komputer mengalami perkembangan yang pesat di kalangan pendidikan, sehingga muncullah mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di tingkat SMP dan SMA. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.
     Dibandingkan di kalangan negara berkembang seperti Malaysia, Singapupura, dan Thailand, negara kita masih terlihat bahwa kualitas pendidikan kita rendah, bahkan sangat rendah, sangat memprihatinkan kita semua, terutama kita yang bergelut dalam dunia pendidikan. Melihat kenyataan ini menunjukkan kepada kita akan kegagalan proses pendidikan yang kita laksanakan selama ini. Pertanyaannya adalah apa yang salah dalam sistem pendidikan kita? Lebih khusus adalah apa yang salah dalam pembelajaran di kelas? Jawaban atas pertanyaan ini patut kita temukan melalui suatu analisis yang mendalam dan komprehensif; tanpa harus saling menyalahkan dan merasa pihaknya yang paling benar dan telah melaksanakan tugas dengan baik.
    Masalah di atas perlu kita kaji bersama, dengan harapan bahwa guru harus lebih menekankan sikap profesionalisme dan proporsionalisme dalam pembelajaran. Dengan memanfaatkankan sarana dan prasarana yang dimiliki di lembaga secara aktif dan inovatif. Dengan berkembanganya teknologi menjadi tolak ukur bagi peningkatan mutu pendidikan. Hasil teknologi harus digunakan dan dikuasai secara efektif demi terwujudnya hasil belajar siswa yang baik. Dengan melihat isi dari kurikulum KTSP, kita harus mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi perkembangan teknologi semakin cepat, kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan mata pelajaran di sekolah. Jika kita tidak memulainya sekarang maka sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan akan tertinggal oleh sekolah lain. Jika ini terjadi, usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan sekolah dengan negara lain. Di satu sisi, kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam pendidikan, di sisi lain pemberdayaan sarana dan prasarana kita tertinggal semakin jauh. Mengamati Program Pengembagan teknologi yang dilakukan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan teknologi di sekolah dari negara lain, saat ini pemerintah berusaha mengembangkan perbaikan dengan berbagai program mulai dari kurikulum, perbaikian sistem, peningkatan kompetensi guru sehingga dapat mengimplementasikan proses pendidikan yang tepat, cepat dan berkualitas.

1.2 Tujuan
      1. Tujuan Umum
        Tujuan secara umum penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan, untuk membuat teknik   perencanaan pembelajaran yang efektif sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.
      2. Tujuan Khusus 
  • Memotivasi kemampuan guru untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan teknologi, sehingga guru bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
  • Mengembangkan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengembangkan kemampuan mengajar secara mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran.



BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Definisi Perencanaan Pembelajaran
      Perencanaan berasal dari kata rencana. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, rencana adalah hasil proses perencanaan berupa daftar ketetapan tentang langkah tindakan di masa depan menyangkut kegiatan apa, siapa pelaksananya, di mana, kapan jadualnya dan berapa sumberdaya yang akan digunakan, serta pelbagai keterangan mengenai tolok ukurnya, dalam rangka mencapai hasil. Sedangkan menurut para ahli, perencanaan dapat didefinisikan sebagai berikut:
a. Herbert Simon (1996)
    Perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
b. Gordon Rowland (1993)
   Perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri, jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali.
c. See Sabon (1987)
   Perencanaan membantu kita melihat masalah dalam pemikiran yang baru, pandangan yang berbeda dari yang lain, dan lebih baik dalam memahami masalah yang kompleks
menjadi lebih sederhana.
d. Cristoper Clark (1995)
    Baginya guru adalah perencana, jadi guru yang profesional, aktif, siap untuk memberikan pembelajaran dan dengan cara penyampaian yang unik adalah guru yang punya perencanaan baik.

      Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu proses pemecahan masalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Sedangkan perencanaan pembelajaran adalah proses membantu guru secara sistematik dan menganalisis kebutuhan pelajar dan menyusun kemungkinan yang berhubungan dengan kebutuhan. 
       Usaha guru dalam proses pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Dalam pembelajaran, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam proses pembelajaran cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung kepada tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

2.2 Teknologi Pendidikan dan Peranannya
        Teknologi pendidikan merupakan pengembangan, penerapan, dan evaluasi atas system, teknik, serta alat bantu (media) untuk meningkatkan proses pembelajaran.
      Peranan teknologi pendidikan terjadi dengan proses berulang dan pendekatan system sebagai alur berpikir dalam merancang situasi belajar mengajar dengan memanfaatkan metode dan teknik pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan belajar.




BAB III
PEMBAHASAN

      Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalnya metode ceramah pada kelas dengan jumlah yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri yang tentunya secara teknis berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula dengan menggunakan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada siswa yang tergolong aktif dengan kelas yang siswanya pasif. Dalam hal ini guru harus berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

3.1 Teknik Membuat Perencanaan Pembelajaran
a. Membuat Judul
    Membuat judul biasanya ditulis dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b. Menentukan identitas
    Identitas dalam RPP meliputi asal sekolah, kelas dan semester, dan alokasi waktu

c. Standar Kompetensi, ditulis sesuai silabus

d. Kompetensi dasar, ditulis sesuai silabus

e. Tujuan Pembelajaran
    Tujuan pembelajaran ditulis berdasarkan Kompetensi dasar (KD), bisa merupakan rincian dari indikator

f.  Materi Pembelajaran
    Materi pembelajaran ditulis secara singkat sesuai dengan tujuan pembelajaran

g. Metode Pembelajaran
   Penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran. Pastikan dalam pemilihan metode diharapkan siswa aktif di kelas

h. Langkah-langkah Pembelajaran
    Untuk langkah-langkah pembelajaran terdiri dari tiga langkah, yaitu:
1. Kegiatan awal
   Terdiri dari apersepsi, terdapat pertanyaan untuk memotivasi siswa, dan informasi tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
2. Kegiatan Inti
    Terdiri dari ekplorasi, elaborasi dan komfirmasi dengan tujuan:
    a. Berfokus pada siswa, jadi siswa aktif.
    b. Merupakan pengalaman belajar.
    c. Rinci dan sistematis.
    d. Langkah-langkah untuk mencapai indikator dan KD.
3. Kegiatan akhir
    Terdiri dari refleksi, kesimpulan hasil pembelajaran dari guru, dan evaluasi

i. Alat/Bahan dan Sumber belajar
1. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Misalnya: TV, radio, tape recorder, teks, dan charta, dan computer.
2. Sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya: media cetak (buku, majalah, koran, buletin, tabloit, dll.); media elektronika (radio, televisi, internet); media lingkungan (taman, pasar, dll.),

j. Evaluasi/Penilaian
Evaluasi terdiri dari:
1. Tes, tes yang ditulis harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Bentuk tes terdiri dari soal pilihan ganda (PG), soal pengamatan dan soal uraian.
2. Soal tes dilakukan setelah proses pembelajaran berakhir
3. Kunci jawaban
4. Skor dan rublik harus disertakan
5. Untuk pengamatan harus dilakukan secara kelompok dengan menggunakan metode diskusi



BAB IV
KESIMPULAN

     Teknik pembelajaran yang berdasarkan kurikulum KTSP idealnya harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini dibuktikan dengan media pembelajaran yang ada bias memberikan nilai positif serta proses pembelajaran yang efektif. Pemanfaatan teknologi pada masa sekarang harus dikuasai dan dipergunakan oleh pendidik (guru), karena selain meningkatkan kompetensi guru, juga dituntut bekerja secara profesional yang aktif, kreatif dan inovatif dalam membuat perencanaan pembelajaran sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.




DAFTAR PUSTAKA

Muhibbin Syah, 2002, Psikologi Pendidikan (pendekatan Baru), Remaja Rosdakarya: Bandung.

Pupuh Pathurahman, 2001 Strategi Belajar Mengajar, Tunas Nusantara: Bandung.

ModulTP.DSP/home-modulkb1rev.doc.

Cara Membuat RPP yang Benar, http://smpn1lawang.blogspot.com/2007/11/teknik-bermain-bola-basket-yang-menark.html.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif, http://makalah-gratis.blogspot.com/2010/03/makalah-pendidikan-makalah-tentang.html.

Teknik Pembelajaran, http://wawan-satu.blogspot.com/2009/10/definis-teknik-pembelajaran.html.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar